Monday, May 11, 2015

Para Pembunuh Harapan

Kau para Sahabat
tempatku memetik senyum
tempatku memegang tangis
tempatku mematri asa atas segala getir pahit hidup

Kau para Sahabat
pendulang semangat
penyulut tekad
perintis sanubari sanubari hangat

Namun, para Sahabat
kau bukanlah penggalan-penggalan jiwaku
saat jiwamu terombang-ambing
kebutaanku pun sembuh seketika

buta atas segala kemaha pujian tentang indah derajatmu dimataku
buta akan kebodohan diri atas taruhan-taruhan kepercayaanku

kini bola mata diriku menganga
menatap ketidakpercayaan akan penghianatan kepercayaanku

Benih benih harapan yang tertanam telah mati
menjalar kesetiap benih lain yang mulai meretas
dan kaulah Para Sahabat
sang penabur awan gelap itu
Sang pembunuh harapan

Rasa lelah yang terdahulu pernah kau usaikan
mengerjap bangun dan membakar sisa-sisa senyum terakhirku

aku tak bisa menarik ulur pujian-pujian ikhlas ini
hanya kesyahduan doa yang terpanjat
yang akan mengantarkan kita kelak keharibaannya

Kabulkanlah dua permintaanku Tuhan
Buatlah aku percaya bahwa mereka melakukan ini
karena atas segala kehilafan
ciptakanlah surga kecil untuk mereka
untuk selalu hidup dalam keindahan menggenggam artisebuah kepercayaan
amin.....