Jika ada hal yang bisa membuatku “gembira” disaat tidak gembira
Buku adalah salah satu dari sedikit hal yang bisa menjadi biang “gembira” tersebut
Aku mencintai buku seperti halnya Romeo mencintai juliete
Kadang tak begitu rasional untuk mengungkapkan kisah cintaku pada buku
Yang berujung dramatis,sadis namun romantis
Meskipun sebenarnya aku belum pantas mengenakan almamater universitas kutu buku
Tapi siapapun yang tahu, kalau aku bisa menghatamkan buku harry potter yang ke lima “The order of the phoenik” - yang konon tebalnya lebih dari 1200 halaman itu – hanya dalam waktu 2 hari!
Maka semua bisa saja setuju menganugerahi ku penghargaan sebagai kutu buku pemula
Istilah kutu buku menurut ilmu perkamusan sebenarnya jauh dari definisi yang kuartikan sendiri, bukan sekedar bisa menuntaskan buku 1200 halaman dalam dua hari saja, tapi juga bisa menuntaskan buku apa saja sesingkat-sesingkatnya ,bisa menjadikan buku sebagai sumber kekenyangan dan juga bisa menggantikan sebuah buku sama primernya dengan posisi makanan disiklus kebutuhan manusia, itulah kutu buku sejati.
Dan siapapun yang percaya kalau dirinya adalah kutu buku sejati, seharusnya sudah pernah membaca buku berikut sebelum dia mati, karena menurutku, buku-buku ini mengandung benih kutu buku yang tingkat perkembangbiakannya secepat perkembangbiakan jamur di musim hujan
Buku-Buku ini, bahasanya tidak seberat bahasa Kahlil Gibran, tidak semisterius Novel-novel Agatha Cristi, tidak semembingungkan kata-kata Dee dalam novel-novelnya ( termasuk novel :"Perahu Kertas") dan tentu saja tidak semembosankan uraian-uraian dalam buku PPKN.
Buku-buku dan novel-novel biang “gembira” tersebut adalah sebagai berikut
- Harry Potter series
- Lemony snicket`s the series of unfortunate event
- The Help
- The Alchemist
- Padang Bulan/ cinta didalam gelas
- Matilda
- Laskar pelangi trilogy
- The hunger games series
-
Boy- the story of childhood
- Hafalan salat delisa
No comments:
Post a Comment