Teruntuk sang Bos, Dia yang namanya tidak boleh disebut..
ku ucap terimakasih tak terhingga atas ketertarikanmu memilih saya bekerja di perusahaan ini
kesempatan ini sungguh luar biasa
memberikanku pengalaman lebih dari sebelumnya
pengalaman menikmati sensasi berpenghasilan diatas UMR
pengalaman merasakan hidup ditempat baru
pengalaman tak terbendung atas segala pelajaran bernilai tinggi yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya
dan tentu saja pengalaman abadi atas persahabatan dan persaudaraan baru yang telah kuraih ditempat ini
segalanya selalu akan ada kata "tetapi"
Tetapi sang Bos, saya ingin mengeluh dengan kebisuanku
kebisuan akibat nilai kesopanan yang terpaksa kulakukan
daripada saya harus terkutuk karena tidak tahu bagaimana cara membalas budimu
Boss, mungkin ada semacam tembok raksasa di dekat pendengaranmu
tapi jika memang benar-benar mau mendengarkan
bukalah sedikit pendengaranmu
maka terdengarlah sumpah serapah dari orang-orang yang merasa telah teraniaya oleh sikapmu
itu nyata
semua orang tampak setuju kalau sang boss itu menjijikan
kadang saya juga setuju, karena faktanya itu memang benar apa adanya
Sang Bos memang pelit
itu bukan rahasia umum, karena kalaupun boss di taut di wikipedia
kata sifat itu akan muncul dicetak tebal sebagai uraian pertama yang mendeskripsikan siapa sang boss
tapi kata sifat tersebut bukanlah masalah besar
masalah terbesarnya adalah boss terlalu over bossy
seakan jabatan yang diduduki adalah jabatan setaraf raja
yang bisa memutuskan sesuatu seketika tanpa di cerna terlebih dahulu
yang bisa menghardik orang tanpa melihat situasi
yang bisa menghujam orang dengan kata-kata tak masuk akal seenak mengunyah kembang gula
yang tak bisa membuka relung pikirannya sendiri untuk memberikan kesempatan kepada orang dalam mengungkapkan opininya, opini yang selalu dianggap salah dan opini dirinya sendiri lah yang paling benar diantara yang lain
susah memang kalau semua hal tersebut sudah disebut karakter
tapi bukan kah karakter itu bisa dibangun dan diruntuhkan
manusia terdidik sekelas sang boss harusnya lebih mafum dari bawahan boss yang manapun
semoga karakter menijikan itu lenyap dari jiwa sang boss
selamanya
disini saya begitu menyesal mengungkapkan ini
namun saya tahu, ketidakstabilan perasaanku atas apa yang saya kerjakan dalam pekerjaan ini
berpangkal dari ulahmu
Jika departement-department lain secara brutal melemparkan pekerjaannya kepada saya
seharusnya sang Boss bertanggung jawab karena telah mempublikasikan kepada mereka
bahwa aku seorang manajer yang harus mengemban segala tugas keprocurementan
padahal jelas-jelas saya bukan siapa siapa
perintah maha drmatis dari mereka
sampai kepencacimakian yang membahana
akan selalu terpatri dan jadi bahan trauma sepanjang masa
dan boss
sekali lagi itu semua berpangkal dari ulahmu
ku ucap terimakasih tak terhingga atas ketertarikanmu memilih saya bekerja di perusahaan ini
kesempatan ini sungguh luar biasa
memberikanku pengalaman lebih dari sebelumnya
pengalaman menikmati sensasi berpenghasilan diatas UMR
pengalaman merasakan hidup ditempat baru
pengalaman tak terbendung atas segala pelajaran bernilai tinggi yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya
dan tentu saja pengalaman abadi atas persahabatan dan persaudaraan baru yang telah kuraih ditempat ini
segalanya selalu akan ada kata "tetapi"
Tetapi sang Bos, saya ingin mengeluh dengan kebisuanku
kebisuan akibat nilai kesopanan yang terpaksa kulakukan
daripada saya harus terkutuk karena tidak tahu bagaimana cara membalas budimu
Boss, mungkin ada semacam tembok raksasa di dekat pendengaranmu
tapi jika memang benar-benar mau mendengarkan
bukalah sedikit pendengaranmu
maka terdengarlah sumpah serapah dari orang-orang yang merasa telah teraniaya oleh sikapmu
itu nyata
semua orang tampak setuju kalau sang boss itu menjijikan
kadang saya juga setuju, karena faktanya itu memang benar apa adanya
Sang Bos memang pelit
itu bukan rahasia umum, karena kalaupun boss di taut di wikipedia
kata sifat itu akan muncul dicetak tebal sebagai uraian pertama yang mendeskripsikan siapa sang boss
tapi kata sifat tersebut bukanlah masalah besar
masalah terbesarnya adalah boss terlalu over bossy
seakan jabatan yang diduduki adalah jabatan setaraf raja
yang bisa memutuskan sesuatu seketika tanpa di cerna terlebih dahulu
yang bisa menghardik orang tanpa melihat situasi
yang bisa menghujam orang dengan kata-kata tak masuk akal seenak mengunyah kembang gula
yang tak bisa membuka relung pikirannya sendiri untuk memberikan kesempatan kepada orang dalam mengungkapkan opininya, opini yang selalu dianggap salah dan opini dirinya sendiri lah yang paling benar diantara yang lain
susah memang kalau semua hal tersebut sudah disebut karakter
tapi bukan kah karakter itu bisa dibangun dan diruntuhkan
manusia terdidik sekelas sang boss harusnya lebih mafum dari bawahan boss yang manapun
semoga karakter menijikan itu lenyap dari jiwa sang boss
selamanya
disini saya begitu menyesal mengungkapkan ini
namun saya tahu, ketidakstabilan perasaanku atas apa yang saya kerjakan dalam pekerjaan ini
berpangkal dari ulahmu
Jika departement-department lain secara brutal melemparkan pekerjaannya kepada saya
seharusnya sang Boss bertanggung jawab karena telah mempublikasikan kepada mereka
bahwa aku seorang manajer yang harus mengemban segala tugas keprocurementan
padahal jelas-jelas saya bukan siapa siapa
perintah maha drmatis dari mereka
sampai kepencacimakian yang membahana
akan selalu terpatri dan jadi bahan trauma sepanjang masa
dan boss
sekali lagi itu semua berpangkal dari ulahmu