Friday, September 25, 2015

I will loss you

When I met you
I knew that you were the one whom i trusted
You were the one who needed me as what i needed in you
You were the one who i said thanks God
You were my choice and I was yours too
But
Our path is our reality
The beautiful love and life we have is always been followed by something hurt
There should be ending for you to start
There should be ill to finish
I always stand by to be real to be me
But you and the other you always down to earth to see the real meaning of the extinction of human being
Finally for the God shake
For all happines on earth
You will say Godbye
And it will end everything
And i will always loss you loss the other you

Merak, 26 sept 15

Monday, May 11, 2015

Para Pembunuh Harapan

Kau para Sahabat
tempatku memetik senyum
tempatku memegang tangis
tempatku mematri asa atas segala getir pahit hidup

Kau para Sahabat
pendulang semangat
penyulut tekad
perintis sanubari sanubari hangat

Namun, para Sahabat
kau bukanlah penggalan-penggalan jiwaku
saat jiwamu terombang-ambing
kebutaanku pun sembuh seketika

buta atas segala kemaha pujian tentang indah derajatmu dimataku
buta akan kebodohan diri atas taruhan-taruhan kepercayaanku

kini bola mata diriku menganga
menatap ketidakpercayaan akan penghianatan kepercayaanku

Benih benih harapan yang tertanam telah mati
menjalar kesetiap benih lain yang mulai meretas
dan kaulah Para Sahabat
sang penabur awan gelap itu
Sang pembunuh harapan

Rasa lelah yang terdahulu pernah kau usaikan
mengerjap bangun dan membakar sisa-sisa senyum terakhirku

aku tak bisa menarik ulur pujian-pujian ikhlas ini
hanya kesyahduan doa yang terpanjat
yang akan mengantarkan kita kelak keharibaannya

Kabulkanlah dua permintaanku Tuhan
Buatlah aku percaya bahwa mereka melakukan ini
karena atas segala kehilafan
ciptakanlah surga kecil untuk mereka
untuk selalu hidup dalam keindahan menggenggam artisebuah kepercayaan
amin.....





Friday, February 6, 2015

Mother Home


Mom,
I am coming home
carrying all the things i get from Arab
taking you home something that you wish
bringing all the sweet things from the pain I earn
Mom,
I am going home
giving you something that you admire
something about me something about your beloved son
Mom,
I am not taking the sand from the desert
I am not carrying the breath of Arab
I am still same like what you really know
I am still a son that always make you close your left eye
I am still a kid who always believe that the paradise is really under your foot
Mom,
I am coming home
to kiss you, to hug you, to embrace you thightly
I want to breathe deeply with your smile
Mom,
here i come....bringing the only thing I actually have
bringing love for you

mother home,
Riyadh, 4th July 2012

Janur Milik Cahaya


Kepada Cahaya,
Penabur terang hatiku....

Malaikat atas kehendak sang Khalik sebagai jodoh terbaik mu....sipencinta tangguh mu...
Sulit ku melupakan mimpi-mimpi itu, mimpi indah yang disematkan Tuhan kedalam tidurku untuk memberiku cicipan rasa indah , indah bersamamu.
Dalam mimpi itu terukir dengan suci dibawah janur kuning yang sakral, namamu dan namaku : SAIFUL & CAHAYA, disebuah mushola dengan syahdu sang penghulu bersabda "Saya nikahkan saudara Saiful dengan cahaya.......". Senyum merona disetiap sudut mushola itu, kusapu setiap wajah disana, wajah umi, wajah bapa, wajah seluruh sanak family tersenyum menabur restu kepada kita berdua..
Malam itu, didalam mimpi itu, aku baru saja tau arti bahagia yang sesungguhnya...
dan saat itu aku percaya , engkau Cahaya , adalah jodohku...
Namun atas dasar yang tak pernah mau kusadari, Sang Ilahi tak setuju aku percaya pada mimpi itu, karena ternyata Kau memang bukan jodohku
Tuhan telah dengan benar merakit takdir kita dengan jalur yang berbeda pelabuhan...
kau pada akhirnya berlabuh dengan orang yang lebih kau cintai, orang yang entah dari mata mana kau memandang sebagai orang terbaikmu, lebih baik dariku..
Oh cahaya, aku tahu cinta ini tak akan pernah padam dan akupun tahu bahwa kau selalu melihatku mencintaimu disetiap waktu ....
dihadapannmu, dihadapan semua orang yang tahu cintaku padamu, dihadapan para malaikat, dihadapan Sang Maha Esa
kulambungkan jiwa besarku, melepas merpati putih untukmu, menabur mawar-mawar putih, mengucap bismillah dan berkata :" Wahai Cahaya, kuberikan restuku dengan setulus hatiku, semoga kau bahagia dengan dia disana, semoga kau dan dia menjadi keluarga yang sakinah...yang selalu dirahmati Allah...Doaku selalu menyertaimu ..menyertaimu....menyertaimu....dan menyertainya.."

usai,
ingin kupecah rindu-rindu ini untuk terakhir kalinya ..
tak ada canda tawa ketika kita jalan berdua, tak ada makanan-makanan itu lagi yang selalu kau saji saat ku berkunjung kerumahmu...
tak ada adventure lagi, tak ada urgent call lagi, tak ada SMS lagi, tak ada poto-poto lagi
tak ada pohon rambutan lagi, tak ada umi-mu yang akan menjadi umi-ku lagi...
tak ada mio biru lagi.....
tak ada apa-apa lagi
selamat menempuh hidup baru, Cahaya...
terimakasih atas segalanya..terimakasih telah membukakan kamus tentang apa artinya cinta
kau sejenis Guru pengajar segala rasa, kau telah mengguruiku bagaimana rasanya kangen, rindu, cemburu, posesif, defensif, sensitif, naif, protectif, dan semilyar rasa lain yang tak kudapat dari guru-guru lain...
cahaya....selamat tinggal

### now playing: kasih tak sampai by Padi kemudian here without you by 3 doors down dan akhirnya bertalu-talu : my heart will go on by celine Dion.
ditemani facebook, marlboro Iceblast (dear friends, tolong jauhkan aku dari baygon dan benda2 tajam di kos malam ini).

Doa Termaaf


Ayah,
aku tak sempat membuatmu tersenyum
melihatku naik sepeda BMX itu,
aku tak akan bisa membuatmu bangga
menatapku main bola bersama anak-anak itu
aku tak akan pernah bisa membuatmu terharu
mendengarku berkumandang azan di surau favoritmu itu,
ayahanda, maaf..aku hanya mampu menjadikan mu tujuan dari doa-doaku
doa membahagiakanmu....
hanya doa

Ummi,
aku tak sempat membuatmu tersenyum
melihatku mengenakan almamater itu..
aku tak akan bisa membuatmu bangga
menatapku meminang gadis impian itu
aku tak akan pernah bisa membuatmu terharu,,,,
memandangku menggapai cita-cita mulia itu...
ummi , maaf...aku hanya mampu menjadikanmu terminal dari doa-doaku
doa membahagiakanmu...
hanya doa,

ayah, umi
peluklah jiwaku....

the words no body read


in the sorrow of my life
heading to 12.12.12
heading to "if tomorrow never come"
heading to the last clue that i got from my knights voices : "before thursday night"
i chin up and look at down, down to earth
look up my last home in the ground

this is the words
first words for the man i love the most : ayah
Ayah, I am so weak and like living in the edge of sadness when i stare to what happpening to you now
not because you have to lay down in the rest of your life
with nothing to say in words
no....
I have so enermous of envious feeling to you
cos in the end of your gold time you make me proud more and more
wishing so hard to be like you when i got sick i wish everyone love me back as pretty as you got now..
beautiful tears for that, i stand ovation for you...
but something that really  meant for me is..i am not strong enough to show you up
to show you something that you want for me...something will never ever be a real
please forgive me ayah,
I cant dedicate a sacred wedding in the front of you....
i am so sorry,,,,

The white knight (Puisi untuk ayahanda)


Ayah,
aku mengerang hari ini..
terbayang petang menjemputmu...
dalam keremangan pintu dunia
diujung karpet merah gerbang surga..

Ayah,
tunggu aku disana..
dipenantian yang tak berujung..
menungguku merangkulmu
memeluk jiwamu

Ayah,
aku tau apa artinya senyum
ketika engkau ada disini
aku tau apa artinya syukur
ketika engkau berdiri disana

Ayah,
sabdaku sampai mati
hanyalah memohon maaf
tak pernah bisa mengkristalkan impianmu
impian untuk menunaikan impianku

ayah,
impianku hanyalah ingin bermimpi denganmu
tersenyum, tertawa bersamamu

ayah,
walau raga tak pernah kompromi
aku tahu kau selalu ada disana
selalu jadi penitih impianku
selalu jadi penggalang semangatku
selalu jadi cintaku
selalu jadi ksatria putih ku

thank you very much my beloved white knight...

Pasar Rebo, 08-10-12